Langsung ke konten utama

MISTERI KOTAK HITAM

Misteri yang sampai sekarang belum sepenuhnya dipahami oleh banyak kalangan adalah: bagaimanakah mekanisme berubahnya 'energi kehendak' menjadi gerakan yang bersifat fisik. Dengan kata lain, berubahnya Energi Makna menjadi Energi Mekanik atau energi listrik.

Contoh konkretnya begini: ketika seseorang berkehendak menggerakkan tangannya, tiba-tiba saja ia bisa menggerakkan tangannya. Padahal, kehendak itu kan bersifat abstrak. Sedangkan gerakan otot bersifat nyata berdasarkan kelistrikan atau mekanik.

Ketika hal ini saya tanyakan kepada seorang dokter ahli saraf, dia hanya mengatakan bahwa itu masih sangat misterius, dan belum bisa dipahami sepenuhnya. Dia hanya mengatakan bahwa di antara 'Kehendak' dan 'Gerakan' itu ada sebuah 'jembatan' yang disebutnya sebagai kotak hitam alias ‘Black Box’.
Kotak hitam itulah yang mengubah Energi Kehendak menjadi energi otot atau mekanik. Tapi bagaimana detilnya, dia tidak bisa menjelaskan. Tidak sebagaimana reaksi reaksi biokimiawi yang sudah banyak terungkap.

Penggunaan kata black box sendiri memang memberikan kesan betapa mekanisme itu masih demikian misteriusnya. Kita, sebagai orang awam bisa merasakan misteri itu. Ya, ketika kita berkehendak, tiba-tiba saja anggota badan kita bisa kita gerakkan mengikuti kemauan tersebut.

Tapi kalau kita mencoba mendekati persoalan itu secara informatika, agaknya kita akan bisa 'merasakan kefahaman' lebih baik tentang perubahan energi kehendak menjadi energi mekanik tersebut. Bahkan bukan hanya energi mekanik, melainkan juga menjadi energi kimiawi, elektromagnetik, dan berbagai macam energi yang dipancarkan oleh makhluk hidup selama aktivitasnya.

Kuncinya, memang ada pada 'informasi' yang terkandung di dalam program-program dasar kehidupan yang dimasukkan Allah sang Pencipta ke dalam miliaran sel yang ada di sekujur tubuh kita.

Saya kira kita sudah banyak membicarakan di depan bahwa energi itu tersimpan di dalam makna kode-kode yang dipancarkan berupa sinyal listrik. Saya kira, kita bisa menganalogikan dengan sinyal huruf sandi morse, yang bisa diberikan berupa sinyal-sinyal cahaya. Atau, kita juga bisa menyusunnya dalam sinyal-sinyal digital yang membentuk makna. Dan begitulah, memang yang terjadi di dalam sel-sel.

Tegangan listrik tiba-tiba melonjak melewati ambang tegangannya sampai mencapai + 40 mvolt, dan suatu ketika turun lagi sampai - 90 mvolt, dengan suatu irama tertentu yanag membentuk kode-kode perintah untuk beraktivitas. Lewat 'digitizer' kode-kode itu bisa dipahami secara digital dan diurai sebagai perintah-perintah untuk melakukan gerakan otot, atau reaksi biokimiawi tertentu yang menghasilkan energi.

Ini persis dengan penelitian Cyberkinetics yang menghubungkan otak orang lumpuh dengan komputer. Dan lantas, si pasien lumpuh itu bisa menggerakkan kursor komputer dengan pikiran dan kehendaknya. Kenapa bisa demikian?

Karena 'kehendak' tersebut muncul sebagai sinyal-sinyal listrik yang mengandung kode berirama, dan kemudian bisa diurai secara digital oleh digitizer. Kode-kode itulah yang berfungsi sebagai program digital untuk mengoperasikan sejumlah peralatan dalam percobaan itu.

Perkembangan mutakhir dalam dunia informatika telah banyak membantu kita untuk memahami mekanisme yang terjadi di balik otak. Yang menjembatani antara kehendak Jiwa dengan aktivitas badan manusia. Jadi, kotak hitam alias black box yang dulu sangat misterius itu, kini tidak terlalu gelap lagi ... !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanamkan Mindset “Asah Gergaji” Sejak Dini: Bekal Hidup yang Bertumbuh

oleh Muhammad Asfar “Gagal itu wajar. Tapi tidak bertumbuh adalah masalah besar.” Untuk Anak-Anak: Belajar Itu Asah Diri, Bukan Beban Banyak anak merasa sekolah itu melelahkan. Kenapa? Karena mereka hanya diajak "mencapai nilai", bukan menumbuhkan diri . Dengan mindset sharpen the saw , anak-anak belajar: -        Bahwa membaca buku = menguatkan pikiran -        Bermain sehat & tidur cukup = merawat fisik -        Minta maaf dan berbagi = mengasah emosi -        Shalat & dzikir = mengisi batin dengan cahaya “Nak, kamu nggak harus jadi yang terbaik. Tapi kamu harus jadi versi terbaik dari dirimu hari ini.” Untuk Mahasiswa: Jangan Kejar Gelar, Kejarlah Kapasitas Mahasiswa hari ini mudah terjebak pada sibuk tugas tanpa makna, cemas dengan IPK dan membandingkan pencapaian di media sosial. Mindset sharpen the saw mengajarkan bukan hanya kerja ker...

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Jadwalkan Prioritasmu, Bukan Prioritaskan Jadwalmu

"The key is not to prioritize what’s on your schedule, but to schedule your priorities." adalah salah satu permata pemikiran Covey yang sangat dalam , dan bisa menjadi pegangan hidup dalam mengelola waktu dan makna. Makna Mendalam dari Kalimat Ini “Kuncinya bukanlah memprioritaskan apa yang ada di jadwalmu, tapi menjadwalkan apa yang menjadi prioritas hidupmu.” Apa maksudnya? Sebagian besar orang: Menyusun jadwal berdasarkan tuntutan eksternal : deadline, rapat, permintaan orang lain. Lalu dari jadwal itu, mereka mencoba mencari-cari waktu untuk hal yang mereka anggap penting. Padahal Covey membaliknya: ➡️ Mulailah dari hal yang penting dulu. ➡️ Jadwalkan itu dengan sadar. ➡️ Baru isi waktu yang tersisa dengan urusan lain.  Praktik Sederhana yang Berdampak Besar: Tentukan 3 Prioritas Nilai Hidup Anda Contoh: Keluarga, Kontribusi Ilmu, Ibadah. Blokir waktu khusus untuk itu lebih dulu dalam jadwal mingguan. Sebelum isi Google Calendar atau to-do list, tu...