Langsung ke konten utama

Seni Berinteraksi dengan Orang lain


Manusia sebagai makhlik sosial, berinteraksi dengan orang lain adalah suatu yang mutlak. Dalam berinteraksi dengan orang lain butuh seni. beberapa seni dalam berinteraksi dengan orang lain sebagai berikut :
1. Tidak Ekslusif dalam sikap dan Penampilan
Tampil di tengah2 masyarakat dengan penampilan yg sesuai dengan adad atau kebiasaab yang berlaku, selama penampilan tersebut tidak bertentangan dgn syariat. Jangan tampil dgn pakaian aneh. penampilan yg nebyenangkan tidak identik dengan harga mahal. intinya jadilah orang yang menyenangkan dengan penampilan anda.

2. Jangan Meremehkan
Ketika bertemu : Senyum lalu Beri Salam Kemudian Jabat tangan, kalau perlu panggil dengan nama kesukaannya.

3. Bicaralah dengan kata2 yang Lembut
Lembutkanlah kata2 anda kepada lawan bicara anda, sebab suara yang besar adalah tanda kurang adab. Rasulullah bersabda "sesungguhnya kelemahlembutan itu tidaklah berada pada suatu perkara melaiknkan ia akan memperindah perkara tersebut dan tidaklah dia dicabut dari suatu perkara melainkan dia akan merusak perkara tersebut". (HR> Muslim)
4. Budayakan sikap mendahulukan orang lain
biasakanlah mendahulukan orang lain dalam urusan dunia. sedangkan untuk urusan akhirat maka kita harus berlomba2. Allah Berfirman : Dan mereka lebih mengutamakan orang lain diatas diri mereka sendiri meskipun mereka sendiri dalam kesusahan " (QS, Al Hasyr : 9)
5. pandai memahami orang lain
Pandai memahami orang lain adalah salah satu buah ukhuwah. salah satu dari sikap toleran adalah memahami fikra atau pemikiran tertentu yang masih dalam bingkai ahlusunnah wal jamaah dalam pengertian yang sangat luas. Jangan coba2 memaksakan pendapat sebab sikap ini akan membuat orang jauh dari anda. Lihatlah Rasulullah berulang kali beliau merasa dizholimi oleh orang badui namun beliau tidak membalas.
6. Pandai Menyuntikkan Rasa Bahagia
Pandai menyuntikkan rasa bahagia ke dalam hati orang lain adalah salah satu keterampilan bergaul. maka kita dituntut untuk mengamalkan hal2 nerikut :
- Memuji, pujilah dengan wajar dan jangan berlebih2an apalagi mengada2. kalau susah memuji maka gantilah dengan mendoakannya.
- Berterima Kasih
- Membantunya
- Memudahkan urusannya dan menggembirakannya.
7. Rajin Bersilaturahim dan Membaeri Hadiah
Silaturahim adalah sala satu sarana melunakkan hati. jika ada orang yang sinis dengan anda segera ziarahi. Kunjungi rumahnya, meskipun cuman basa-basi, namun itu cukup mencairkan kebekuan antara anda dengan dia. dan janan lupa berilah hadiah sederhana, mudah2an itu bisa melunakkan hatinya. Rasulullah Bersabda : "Saling berhadiahlah kalian niscaya akan saling mencintai "( HR Bukhari ).
8. Jangan Reaktif, Bersikap Rasionallah
Bersikap tenanglah, jangan gampang terpancinag oleh pernyataan yang memojokkan anda. sebelum anda bereaksi berfikir rasionallah. oke !!
9. Jadilah PemaaF
10. Belajarlah mengalah
11. Penuhilah Janji anda
memenuhi janji adalah diantara tanda kesetiaan seseorang. karena itu berusahalah memenuhi janji bagaimanapun kondisi anda. Jika terpaksa membatalkan janji upayakan anda tidak merugikan orang yang anda janji, entah dengan menghubunginya atau bagaimanalah caranya. kalaupun anda terpaksa maka hendaklah ada kompensasi untuk orang yang anda janji.
12. Jangan Mengambil atau menahan Hak Orang
13. menjaga adab2 yang lain seperti hindari membandingkan jasa, kebaikan, penampilannya. dan jangan menertawakan karena kekurangannya.
Wallahu'alam
Semoga bermanfaat

Komentar

HAPS DW mengatakan…
subhanallah.....


harap tularkan pada saudara2 ta para ikhwa unhas agar tdk tkesan ekslusif dan bs mmudahkan jlnx dakwah
VISIONER CONSULTING mengatakan…
shadaqta......semestinyalah kita bersikap seperti yg antum kemukakan.....sebarkan,fahami dan amalkan serta dakwahkan dan diperjuangkan......good luck
blankblank mengatakan…
subhanallah ,,
sangat inspiratif,,
tapi yang saya bingung nampaknya orang-orang yang memiliki sifat seperti itu sudah jarang sekali dihargai oleh etika pergaulan anak remaja jaman sekarang..?
bagaimana menurut anda??

Postingan populer dari blog ini

Menanamkan Mindset “Asah Gergaji” Sejak Dini: Bekal Hidup yang Bertumbuh

oleh Muhammad Asfar “Gagal itu wajar. Tapi tidak bertumbuh adalah masalah besar.” Untuk Anak-Anak: Belajar Itu Asah Diri, Bukan Beban Banyak anak merasa sekolah itu melelahkan. Kenapa? Karena mereka hanya diajak "mencapai nilai", bukan menumbuhkan diri . Dengan mindset sharpen the saw , anak-anak belajar: -        Bahwa membaca buku = menguatkan pikiran -        Bermain sehat & tidur cukup = merawat fisik -        Minta maaf dan berbagi = mengasah emosi -        Shalat & dzikir = mengisi batin dengan cahaya “Nak, kamu nggak harus jadi yang terbaik. Tapi kamu harus jadi versi terbaik dari dirimu hari ini.” Untuk Mahasiswa: Jangan Kejar Gelar, Kejarlah Kapasitas Mahasiswa hari ini mudah terjebak pada sibuk tugas tanpa makna, cemas dengan IPK dan membandingkan pencapaian di media sosial. Mindset sharpen the saw mengajarkan bukan hanya kerja ker...

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Habit 5: Berusaha Mengerti Dulu, Baru Dimengerti

oleh Muhammad Asfar Most people do not listen with the intent to understand; they listen with the intent to reply.  Stephen R. Covey Apa Makna Habit 5 ini? Habit ini mengajarkan bahwa komunikasi yang paling kuat tidak dimulai dari bicara, tetapi dari mendengar dengan empati . Banyak orang mendengar untuk membalas Tapi sedikit yang mendengar untuk memahami. Habit 5 adalah kunci untuk: Hubungan yang sehat Kepemimpinan yang berpengaruh Komunikasi yang menyembuhkan Pola Lama: Ingin Didengar Terlebih Dahulu Kita sering ingin langsung dimengerti: Ingin pasangan paham perasaan kita Ingin anak patuh pada nasihat kita Ingin bawahan mengikuti arahan kita Padahal... kita belum benar-benar hadir untuk mereka. Kita belum memahami latar belakang, emosi, atau cara pandang mereka. Apa Itu Mendengar dengan Empati? Bukan sekadar diam. Bukan hanya menyimak. Tapi: Hadir utuh Tidak menghakimi Tidak memaksakan solusi Mendengar isi kata dan isi hati Covey menyebutnya sebagai: Empathic Listenin...