Langsung ke konten utama

Susahnya Menentukan Pilihan

Setiap kita pasti pernah mengalami dilema dalam menentukan pilihan diantara banyak atau beberapa opsi pilihan (atau anda sekarang mengalaminya). Dalam kondisi tersebut mengharuskan kita untuk memilih salah satu diantara pilihan tersebut. Dilema memang, banyaknya pertimbangan yang membuat kita sulit untuk menjatuhkan plihan kita. bukan itu saja, banyaknya pilihan juga membuat susah dalam memilih yang terbaik.
Tentu setiap pilihan itu memiliki plus minus tersendiri. Sehingga kita dituntut untuk memikirkan dan mempertimbangkan masak-masak sebelum menjatuhkan pada satu pilihan tersebut.
Itulah yang sedang kualami sekarang, kebingungan dalam memilih suatu pilihan. oh maaf sebelumnya. ini tdk berhunbungan dengan pemilihan Presiden.
Dalam buku yang "Panduan Hidup sukses" ada beberapa kiat dalam mengabil putusan diantaranya :
1. Kumpulkan data-data yang berhubungan dengan semua pilihan-pilihan tersebut.
2. Analisis data-data tersebut. analisis keuntungan dan kerugiannya, maslahat dan mudhoratnya.
3. Minta nasehat pada orang yang dipercaya.
4. Ikuti kecenderunganmu.
5. Sholat istikharah.
6. Laksanakan pilihan tersebut.

Banyaknya pilihan itu perlu dan banyknya pertimbangan itu juga perlu agar dalam menentukan pilihan kita tidak salah.
Selamat memilih....

Komentar

Anonim mengatakan…
Semoga antum diberikan kemudahan dalam memilih dan diberikan yang terbaik...

Postingan populer dari blog ini

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Menanamkan Mindset “Asah Gergaji” Sejak Dini: Bekal Hidup yang Bertumbuh

oleh Muhammad Asfar “Gagal itu wajar. Tapi tidak bertumbuh adalah masalah besar.” Untuk Anak-Anak: Belajar Itu Asah Diri, Bukan Beban Banyak anak merasa sekolah itu melelahkan. Kenapa? Karena mereka hanya diajak "mencapai nilai", bukan menumbuhkan diri . Dengan mindset sharpen the saw , anak-anak belajar: -        Bahwa membaca buku = menguatkan pikiran -        Bermain sehat & tidur cukup = merawat fisik -        Minta maaf dan berbagi = mengasah emosi -        Shalat & dzikir = mengisi batin dengan cahaya “Nak, kamu nggak harus jadi yang terbaik. Tapi kamu harus jadi versi terbaik dari dirimu hari ini.” Untuk Mahasiswa: Jangan Kejar Gelar, Kejarlah Kapasitas Mahasiswa hari ini mudah terjebak pada sibuk tugas tanpa makna, cemas dengan IPK dan membandingkan pencapaian di media sosial. Mindset sharpen the saw mengajarkan bukan hanya kerja ker...

Menikah/Walimah

Hampir setiap ketemu dengan teman-teman lama ada satu pertanyaan yang tak pernah terlupakan mereka tanyakan. seakan-akan mereka telah sepakat ketika bertemu dengan ana mereka bertanya ; - antum sudah walimah ? ana jawab "belum". - Kapan? antum ini sudah pantas untuk segera walimah !!. ana jawab "Doakan saja akh, semoga Allah Mudahkan urusannya dan menujukkan akhwat yang terbaik". - segerakanmi akhi!!! ana jawab "aamiiin, aamiin, aamiin ya rabbal 'alamin". mungkin seperti itulah inti pertanyan mereka. ana pun kalo ketemu dengan teman2 lama. Untuk membuka bicaraan biasanya juga tanya2 seperti itu, walaupun ana sudah tau teman ini belum menikah. sampai2 ana pernah ketemu teman SMA, ia juga menyampaikan hal yang sama seperti yang saya ceritakan diatas. kurang lebih dia katakan: kenapa yah kalo ketemu teman topik walimah terus dibicarakan, antum juga bicara soal walimah!!. saya katakan mungkin sudah waktunya kita pikirkan untuk segera menikah akhi. he..h...