Langsung ke konten utama

Alhamdulillah

Mau sedikit berbagi dengan teman-teman sekalian dengan apa yang kualami, semoga bisa menjadi motivasi bagi anda untuk lebih banyak bersedekah.

Tadi malam dalam perjalanan pulang ke mappaoddang perhatianku tertuju sama seorang ibu dengan seorang anak laki2nya di pinggir jalan, saya kemudian berhenti tak jauh dari t4 tersebut lalu memperhatikannya. Sang ibu sedang membersihkan pinggir jalan tersebut lalu mengelar tikar diatasnya. kemudian anaknyat berbaring lalu disusul ibunya juga ikut berbaring. pikirku mungkin dia mau tidur disana karena sudah larut malam, ia tidak punya rumah mungkin.

lalu kudekati, ibu tersebut kaget dan langsung terbangun. saya tanpa tanya langsung membuka dompet lalu menyodorkan beberapa lembar uang kepadanya. dengan sangat gembira dia berkata " terima kasih banyak nak" diulangnya kata2 itu 3 kali.akupun terus berlalu.

hari ini aku masuk kantor. Alhamdulillah...honor penelitian dibagi. tak kusangka honor akan dibagi hari ini. ternyata aku dapt 100x lipat dari yang kusedekahkan tadi malam, jumlah yang tak kubayangkan saya mau menerima sejumlah itu.
subhanallah...Alhamdulillah...inilah mungkin manfaat dari sedekahku.

jangan pernah pelit bersedekah. semoga ini bukan balasan yang disegerakan tapi masih akan ada balasan kelak diakhirat bagi yang bersedekah.

makassar 05 februari 2010
muhammad asfar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Habit 4: Think Win-Win – Berpikir Menang-Menang, Bukan Menang Sendiri

oleh Muhammad Asfar “Win-Win is not about being nice. It’s not a technique. It’s a total paradigm of human interaction.” — Stephen R. Covey Apa Itu Think Win-Win ? Habit keempat mengajarkan bahwa dalam setiap interaksi manusia, selalu ada jalan untuk menang bersama. Win-Win bukan kompromi, bukan pula manipulasi. Ini adalah cara berpikir dan bersikap yang meyakini bahwa keberhasilan orang lain tidak mengancam keberhasilan kita. Think Win-Win = Abundance Mindset + Karakter Mulia + Keberanian + Empati   Paradigma Lama: Menang-Kalah atau Kalah-Menang Banyak orang tumbuh dengan pola pikir: Menang-Kalah : “Kalau saya menang, orang lain harus kalah.” (Kompetisi keras, politik kantor, bisnis saling injak) Kalah-Menang : “Yang penting kamu bahagia, saya nggak apa-apa.” (Mengorbankan harga diri atau prinsip untuk ‘damai palsu’) Kalah-Kalah : “Kalau saya tidak dapat, kamu juga tidak boleh.” (Dendam, sabotase, destruktif) Mengapa Kita Harus Berpikir Win-Win? 1. Karena duni...

Menikah/Walimah

Hampir setiap ketemu dengan teman-teman lama ada satu pertanyaan yang tak pernah terlupakan mereka tanyakan. seakan-akan mereka telah sepakat ketika bertemu dengan ana mereka bertanya ; - antum sudah walimah ? ana jawab "belum". - Kapan? antum ini sudah pantas untuk segera walimah !!. ana jawab "Doakan saja akh, semoga Allah Mudahkan urusannya dan menujukkan akhwat yang terbaik". - segerakanmi akhi!!! ana jawab "aamiiin, aamiin, aamiin ya rabbal 'alamin". mungkin seperti itulah inti pertanyan mereka. ana pun kalo ketemu dengan teman2 lama. Untuk membuka bicaraan biasanya juga tanya2 seperti itu, walaupun ana sudah tau teman ini belum menikah. sampai2 ana pernah ketemu teman SMA, ia juga menyampaikan hal yang sama seperti yang saya ceritakan diatas. kurang lebih dia katakan: kenapa yah kalo ketemu teman topik walimah terus dibicarakan, antum juga bicara soal walimah!!. saya katakan mungkin sudah waktunya kita pikirkan untuk segera menikah akhi. he..h...