Langsung ke konten utama

Pemandangan

Salah satu Gunung di Kabupaten Enrekang, inimi namanya Gunung Bambampuang (mudah2an tidak salah)


Hijau Nan Indah


Subhanallah, kalo ini saja sudah begitu indah bagaimana lagi dengan keindahan Engkau Ya Allah yang telah menciptakannya


Gunung Nona (wallahu'alam kenapa orang juluki dengan nama seperti itu)


Danau Unhas di foto dari Lantai 2 PKP (Pusat Kegiatan Penelitian) UNHAS


Cobalah renungkan saudarahku, kalaulah foto2 pemandangan ini saja sudah sangat indah dipandang mata, maka pasti akan lebih indah lagi kalau kita melihat langsung pemandangan aslinya, kalaulah pemandangan aslinya itu sangat indah dan menenangkan hati, menyejukkan fikiran dikala memandangnya maka pastilah yang menciptakannya jauh lebih indah dan Dialah Allah Yang Maha Indah, subhanallah.
Bayangkan saudarahku, hanya dengan mengingatNYA saja hati kita sudah tenang bagaimanalah lagi dikala kita bertemu denganNYA. Apakah pernah anda merindukan bertemu denganNYA ? Harus saudarahku, Marilah kita menjadi perindu-perindu ingin bertemu denganNYA di syurga kelak, karena Dialah Yang Maha Agung, Yang Maha Cantik, Yang Maha Indah.
Namun janganlah hanya menjadi perindu-perindu saja, tapi mari kita berusaha keras untuk mempersiapkan apa saja yang penting kita dapat bertemu dengan NYA. Tentunya dengan melaksanakan segala perintahNYA da menjauhi Segala laranganNYa, Karena yang pasti yang akan bertemu denganNYA hanyalah orang-orang yang taat kepadaNYA.
Marilah sudarahku mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya karena perjalanan untuk bertemu denganNYA sangatlah panjang dan sangat melelahkan. Hanya yang memiliki bekal yang cukuplah yang bisa bertemu denganNYA. Bekal itu ada TAKWA
"sebaik-baik bekal adalah Takwa". Takwa adalah melaksanakan perintahNYA dan Menjauhi laranganNYA.
Semoga Allah menggolongkan kita kedalam hamba-hamba yang kelak Ia ridhoi bertemu denganNYA. Amin amin Ya Rabbal 'Alamin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanamkan Mindset “Asah Gergaji” Sejak Dini: Bekal Hidup yang Bertumbuh

oleh Muhammad Asfar “Gagal itu wajar. Tapi tidak bertumbuh adalah masalah besar.” Untuk Anak-Anak: Belajar Itu Asah Diri, Bukan Beban Banyak anak merasa sekolah itu melelahkan. Kenapa? Karena mereka hanya diajak "mencapai nilai", bukan menumbuhkan diri . Dengan mindset sharpen the saw , anak-anak belajar: -        Bahwa membaca buku = menguatkan pikiran -        Bermain sehat & tidur cukup = merawat fisik -        Minta maaf dan berbagi = mengasah emosi -        Shalat & dzikir = mengisi batin dengan cahaya “Nak, kamu nggak harus jadi yang terbaik. Tapi kamu harus jadi versi terbaik dari dirimu hari ini.” Untuk Mahasiswa: Jangan Kejar Gelar, Kejarlah Kapasitas Mahasiswa hari ini mudah terjebak pada sibuk tugas tanpa makna, cemas dengan IPK dan membandingkan pencapaian di media sosial. Mindset sharpen the saw mengajarkan bukan hanya kerja ker...

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Jadwalkan Prioritasmu, Bukan Prioritaskan Jadwalmu

"The key is not to prioritize what’s on your schedule, but to schedule your priorities." adalah salah satu permata pemikiran Covey yang sangat dalam , dan bisa menjadi pegangan hidup dalam mengelola waktu dan makna. Makna Mendalam dari Kalimat Ini “Kuncinya bukanlah memprioritaskan apa yang ada di jadwalmu, tapi menjadwalkan apa yang menjadi prioritas hidupmu.” Apa maksudnya? Sebagian besar orang: Menyusun jadwal berdasarkan tuntutan eksternal : deadline, rapat, permintaan orang lain. Lalu dari jadwal itu, mereka mencoba mencari-cari waktu untuk hal yang mereka anggap penting. Padahal Covey membaliknya: ➡️ Mulailah dari hal yang penting dulu. ➡️ Jadwalkan itu dengan sadar. ➡️ Baru isi waktu yang tersisa dengan urusan lain.  Praktik Sederhana yang Berdampak Besar: Tentukan 3 Prioritas Nilai Hidup Anda Contoh: Keluarga, Kontribusi Ilmu, Ibadah. Blokir waktu khusus untuk itu lebih dulu dalam jadwal mingguan. Sebelum isi Google Calendar atau to-do list, tu...