Langsung ke konten utama

Yakinlah !! Insya Allah akan ada yang terbaik


Berangkat dari suatu titik awal. yah, saya dan anda telah berangkat dari suatu titik awal. Dulu dari tidak ada dan kemudian terlahir menjadi ada, menyusu, merangkak, belajar berjalan, belajar bicara, dan belajar menghitung, belajar mengaji dan banyak belajar lainnya hingga dewasa, tua akhirnya mati.
saat ini adalah sebuah rangkaian dari sebuah proses itu. Suatu proses yang akan terus berjalan seiring dengan berjalannya waktu. Kita hanya dapat merencanakan lalu mengusahakan kemudian hasil itu kita serahkan kepada Yang Kuasa. Kalau hasilnya sesuai harapan maka syukurilah, namun ketika hasil tidak sesuai harapan maka bersabarlah. Pada umumnya sesuatu yang dijalani dengan proses yang baik maka akan menghasilkan hasil yang baik. Yakinlah
Ada sebagian orang yang hanya berorientasi pada hasil. "pokoknya hasilnya baik apapun caranya". orang seperti ini berfikir instan yang pada akhirnya akan melakukan segala macam cara untuk memperoleh hasil itu. Entah dengan proses yang benar atau tidak benar. Memang betul, iya akan memperoleh hasil yang diinginkannya. tapi ingat, jika ia memperoleh hasil dengan proses yang tidak benar, maka sesungguhnya itu juga adalah suatu proses untuk suatu hasil yang buruk kelak. "paham?"
Proses yang baik akan menghasilkan suatu hasil yang baik.
Apapun cita-cita , mimpi, rencana masa depan anda maka laluilah dengan proses yang benar. benar bahwa Hasil yang terbaik adalah tujuan kita namun harus dengan proses yang baik pula.
Ketika yang terbaik itu belum diperoleh. Mungkin belum saatnya sekarang hasil yang terbaik itu. Jangan putus asa Karunia Allah Sungguh Sangat Luas teruslah berusaha dan menjalani proses itu. Maka Yakinlah selama kita menjalani proses itu dengan baik dan benar maka insyaAllah akan diproleh hasil yang terbaik.

Komentar

abu ahmad mengatakan…
orang lain akan selalu melihat bagaimana hasilnya dan jarang mereka mau tahu bagaimana prosesnya. bagaimana ini kanda ?

Postingan populer dari blog ini

Menikah/Walimah

Hampir setiap ketemu dengan teman-teman lama ada satu pertanyaan yang tak pernah terlupakan mereka tanyakan. seakan-akan mereka telah sepakat ketika bertemu dengan ana mereka bertanya ; - antum sudah walimah ? ana jawab "belum". - Kapan? antum ini sudah pantas untuk segera walimah !!. ana jawab "Doakan saja akh, semoga Allah Mudahkan urusannya dan menujukkan akhwat yang terbaik". - segerakanmi akhi!!! ana jawab "aamiiin, aamiin, aamiin ya rabbal 'alamin". mungkin seperti itulah inti pertanyan mereka. ana pun kalo ketemu dengan teman2 lama. Untuk membuka bicaraan biasanya juga tanya2 seperti itu, walaupun ana sudah tau teman ini belum menikah. sampai2 ana pernah ketemu teman SMA, ia juga menyampaikan hal yang sama seperti yang saya ceritakan diatas. kurang lebih dia katakan: kenapa yah kalo ketemu teman topik walimah terus dibicarakan, antum juga bicara soal walimah!!. saya katakan mungkin sudah waktunya kita pikirkan untuk segera menikah akhi. he..h...

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Habit 4: Think Win-Win – Berpikir Menang-Menang, Bukan Menang Sendiri

oleh Muhammad Asfar “Win-Win is not about being nice. It’s not a technique. It’s a total paradigm of human interaction.” — Stephen R. Covey Apa Itu Think Win-Win ? Habit keempat mengajarkan bahwa dalam setiap interaksi manusia, selalu ada jalan untuk menang bersama. Win-Win bukan kompromi, bukan pula manipulasi. Ini adalah cara berpikir dan bersikap yang meyakini bahwa keberhasilan orang lain tidak mengancam keberhasilan kita. Think Win-Win = Abundance Mindset + Karakter Mulia + Keberanian + Empati   Paradigma Lama: Menang-Kalah atau Kalah-Menang Banyak orang tumbuh dengan pola pikir: Menang-Kalah : “Kalau saya menang, orang lain harus kalah.” (Kompetisi keras, politik kantor, bisnis saling injak) Kalah-Menang : “Yang penting kamu bahagia, saya nggak apa-apa.” (Mengorbankan harga diri atau prinsip untuk ‘damai palsu’) Kalah-Kalah : “Kalau saya tidak dapat, kamu juga tidak boleh.” (Dendam, sabotase, destruktif) Mengapa Kita Harus Berpikir Win-Win? 1. Karena duni...