Langsung ke konten utama

Sukses di dunia, bahagia di akhirat

ومنهم من يقول ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي اللآخرة حسنة
kesuksesan tidak akan membuahkan kenikmatan dan tidak akan ada kebahagiaan,kecuali jika sumber keberhasilannya adalh berasal atau sesuai dgn norma2 Allah subehanahu wata'ala. Hal ini sangat jelas dikatakan oleh Pencita Manusia yang Mengetahui Segala hal Tentang Manusia.
(Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya)AlKahfi 103.
Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga mereka kekal di dalamnya
(jadi,nikmat kesuksesan ,adalah kebahagiaan)

Perbedaan orang sukses dan orang yang gagal


Orang sukses (OS) adalah orang selalu fokus dalam pekerjaanya
Orang sukses adalah orang yang berfikir didalam memecahkan masalah,sedang orang gagal (OG) selalu berfikir di dalam masalah.
OS,tak habis pola fikirnya,sedang OG tak kan habis udzurnya
OS,akan selalu membantu orang lain,OG,masih diprediksi
OS,selalu melihat jalan keluar dalm masalh,OG selalu melihat masalah dalam setiap jalan keluar
OS,selalu berkata,jalan keluar itu sulit,tapi mungkin dilakukan,OG berkata; jalan keluar mungkin tapi sulit dilakukan
OS,memiliki cita2 yang akan diwujudkannya,OG memliki angan2 yang selalu mengacaukannya
Os,berkata:pergaulilah manusia dengan pergaulan yagn kamu suka diperlakukan dengannnya,OG,berkata:tipulah manusia sebelum mereka menipumu
Os,berkata:pergaulilah manusia dengan pergaulan yang kamu suka diperlakukan dengannnya,OG,berkata:tipulah manusia sebelum mereka menipumu
OS,selalu melihat adanya cita2 dalam bekerja,OG selalu merasa sakit di didalamnya
OS selalu menatap masa depan,OG selalu menengok ke masa silam
OS,selalu membuat peristiwa,OG selalu dibentuk oleh peristiwa

Anda termasuk yang mana ? kalo OG, yah.....tapi masi bisa diubah kok....sekanag ubahlah jadi OG jangan tunggu sampai nanti karena orang bijak berkata :
"Barang siapa yang selalu menanam benih 'nanti' akan tumbuh pohon yang bernama 'mudah2an',yang buahnya bernama 'seandainya',rasanya pahit bernama 'penyesalan'" oleh karena jangan katakan "Nanti" tapi sekarang juga"

Muhammad Asfar
Makassar 28 januari 2010.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanamkan Mindset “Asah Gergaji” Sejak Dini: Bekal Hidup yang Bertumbuh

oleh Muhammad Asfar “Gagal itu wajar. Tapi tidak bertumbuh adalah masalah besar.” Untuk Anak-Anak: Belajar Itu Asah Diri, Bukan Beban Banyak anak merasa sekolah itu melelahkan. Kenapa? Karena mereka hanya diajak "mencapai nilai", bukan menumbuhkan diri . Dengan mindset sharpen the saw , anak-anak belajar: -        Bahwa membaca buku = menguatkan pikiran -        Bermain sehat & tidur cukup = merawat fisik -        Minta maaf dan berbagi = mengasah emosi -        Shalat & dzikir = mengisi batin dengan cahaya “Nak, kamu nggak harus jadi yang terbaik. Tapi kamu harus jadi versi terbaik dari dirimu hari ini.” Untuk Mahasiswa: Jangan Kejar Gelar, Kejarlah Kapasitas Mahasiswa hari ini mudah terjebak pada sibuk tugas tanpa makna, cemas dengan IPK dan membandingkan pencapaian di media sosial. Mindset sharpen the saw mengajarkan bukan hanya kerja ker...

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Jadwalkan Prioritasmu, Bukan Prioritaskan Jadwalmu

"The key is not to prioritize what’s on your schedule, but to schedule your priorities." adalah salah satu permata pemikiran Covey yang sangat dalam , dan bisa menjadi pegangan hidup dalam mengelola waktu dan makna. Makna Mendalam dari Kalimat Ini “Kuncinya bukanlah memprioritaskan apa yang ada di jadwalmu, tapi menjadwalkan apa yang menjadi prioritas hidupmu.” Apa maksudnya? Sebagian besar orang: Menyusun jadwal berdasarkan tuntutan eksternal : deadline, rapat, permintaan orang lain. Lalu dari jadwal itu, mereka mencoba mencari-cari waktu untuk hal yang mereka anggap penting. Padahal Covey membaliknya: ➡️ Mulailah dari hal yang penting dulu. ➡️ Jadwalkan itu dengan sadar. ➡️ Baru isi waktu yang tersisa dengan urusan lain.  Praktik Sederhana yang Berdampak Besar: Tentukan 3 Prioritas Nilai Hidup Anda Contoh: Keluarga, Kontribusi Ilmu, Ibadah. Blokir waktu khusus untuk itu lebih dulu dalam jadwal mingguan. Sebelum isi Google Calendar atau to-do list, tu...