Langsung ke konten utama

Usia Pernikahan Mempengaruhi Kemesraan!!!


* Sebelum Bobo:

6 weeks: selamat bobo sayang, mimpi indah ya, mmmuach.
6 months: tolong matiin lampunya, silau nih.
6 years : Kesana-an doong… kamu tidur dempet2an
kayak mikrolet gini sih?!

* Pake Toilet:

6 weeks: ngga apa2, kamu duluan deh, aku ngga buru2
koq.
6 months: masih lama ngga nih?
6 years : brug! brug! brug! (suara pintu digedor),
kalo mau tapa di gunung kawi sono!

* Ngajarin Nyetir:

6 weeks: hati2 say, injek kopling dulu baru masukin
persenelingnya
6 months: pelan2 dong lepas koplingnya.
6 years : pantesan sering ke bengkel, masukin
persenelingnya aja kayak gini!

* Balesin SMS:

6 weeks: iya sayang, bentar lagi nyampe rumah koq, aku
beli martabak kesukaanmu dulu ya
6 months: mct bgt di jln nih
6 years : ok.

* Dating process:

6 weeks: I love U, I love U, I love U.
6 months: Of course I love U.
6 years : Ya iyalah!! kalau aku tdk cinta kamu,
ngapain nikah sama kamu??

* Back from Work:

6 weeks: Honey, aku pulang…
6 months: I’m BACK!!
6 years : Si mbok masak apa hari ini??

* Hadiah (ulang tahun):

6 weeks: Sayangku, kuharap kau menyukai cincin yang
kubeli
6 months: Aku membeli lukisan, nampaknya cocok dengan
suasana ruang tengah
6 years : Nih duitnya, loe beli sendiri deh yang loe
mau

* Telepon:

6 weeks: Baby, ada yang pengen bicara ama kamu di
telpon
6 months: Eh…ini buat kamu nih…
6 years : WOOIII TELPON BUNYI TUUUHHH….ANGKAT
DUOOONG!!!

* Masakan:

6 weeks: Wah, tak kusangka rasa makanan ini begitu
lezaattt…! !!
6 months: Kita makan apa malam ini??
6 years : HAH? MAKANAN INI LAGI?

* Apology:

6 weeks: Udah gak apa-apa sayang, nanti kita beli lagi
ya
6 months: Hati2! Nanti jatuh tuh.
6 years : KAMU GAK NGERTI2 YA DAH BERIBU2 KALI AKU
BILANGIN

* Baju baru:

6 weeks: Duhai kasihku, kamu seperti bidadari dengan
pakaian itu
6 months: Lho, kamu beli baju baru lagi?
6 years : BELI BAJU ITU HABIS BERAPA??

* Planning for Vacations:

6 weeks: Gimana kalau kita jalan2 ke Amerika atau
ketempat yg kamu mau honey?
6 months: Ke Surabaya naik bis aja ya gak usah pakai
pesawat…
6 years : JALAN2? DIRUMAH AJA KENAPA SEH? NGABISIN
UANG AJA!

* TV:

6 weeks: Baby, apa yg pengen kita tonton malam ini ?
6 months: Sebentar ya, filmnya bagus banget nih.
6 years : JANGAN DIGANTI2 DONG CHANNELNYA AH! GAK BISA
LIAT ORANG SENENG DIKIT APA ?!
(www.baitijannati.wordpress.com)

Komentar

ulfiarahmi mengatakan…
benar tuch...
tapi apa solusinya agar tetap terjaga kemesraannyaain

Postingan populer dari blog ini

Menanamkan Mindset “Asah Gergaji” Sejak Dini: Bekal Hidup yang Bertumbuh

oleh Muhammad Asfar “Gagal itu wajar. Tapi tidak bertumbuh adalah masalah besar.” Untuk Anak-Anak: Belajar Itu Asah Diri, Bukan Beban Banyak anak merasa sekolah itu melelahkan. Kenapa? Karena mereka hanya diajak "mencapai nilai", bukan menumbuhkan diri . Dengan mindset sharpen the saw , anak-anak belajar: -        Bahwa membaca buku = menguatkan pikiran -        Bermain sehat & tidur cukup = merawat fisik -        Minta maaf dan berbagi = mengasah emosi -        Shalat & dzikir = mengisi batin dengan cahaya “Nak, kamu nggak harus jadi yang terbaik. Tapi kamu harus jadi versi terbaik dari dirimu hari ini.” Untuk Mahasiswa: Jangan Kejar Gelar, Kejarlah Kapasitas Mahasiswa hari ini mudah terjebak pada sibuk tugas tanpa makna, cemas dengan IPK dan membandingkan pencapaian di media sosial. Mindset sharpen the saw mengajarkan bukan hanya kerja ker...

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Habit 5: Berusaha Mengerti Dulu, Baru Dimengerti

oleh Muhammad Asfar Most people do not listen with the intent to understand; they listen with the intent to reply.  Stephen R. Covey Apa Makna Habit 5 ini? Habit ini mengajarkan bahwa komunikasi yang paling kuat tidak dimulai dari bicara, tetapi dari mendengar dengan empati . Banyak orang mendengar untuk membalas Tapi sedikit yang mendengar untuk memahami. Habit 5 adalah kunci untuk: Hubungan yang sehat Kepemimpinan yang berpengaruh Komunikasi yang menyembuhkan Pola Lama: Ingin Didengar Terlebih Dahulu Kita sering ingin langsung dimengerti: Ingin pasangan paham perasaan kita Ingin anak patuh pada nasihat kita Ingin bawahan mengikuti arahan kita Padahal... kita belum benar-benar hadir untuk mereka. Kita belum memahami latar belakang, emosi, atau cara pandang mereka. Apa Itu Mendengar dengan Empati? Bukan sekadar diam. Bukan hanya menyimak. Tapi: Hadir utuh Tidak menghakimi Tidak memaksakan solusi Mendengar isi kata dan isi hati Covey menyebutnya sebagai: Empathic Listenin...