Langsung ke konten utama

Masalah



Hidup adalah kumpulan dari masalah-masalah. tidak ada manusia yang tidak akan terhindar dari masalah. setiap kita pasti pernah menemui masalah dan akan mengkadapai masalah atau sekarang lagi dalam masalah. berbagai macam bentuk masalah itu, ada yang mempunyai masalah yang sama antara satu dengan lainnya adapula yang tidak sama. ada masalah yang sangat rumit, masalah yang berat, masalah yang ringan atau masalah yang biasa-biasa saja.
Rumit, berat atau ringannya suatu masalah itu tergantung bagaimana seseorang menyikapinya. Ada yang bunuh diri, ada yang gila, ada yang putus asa, ada yang depresi , ada yang jatuh sakit karena masalah, dan ada banyak yang bisa ditmbulkan oleh masalah. suatu masalah menurut kita itu sangat rumit tapi menurut orang lain itu hanyalah biasa-biasa saja. demikian sebaliknya. tergantung bagaimana kita menyikapinya atau menghadapinya.
Masalah adalah suatu kenyataan atau realitas yang tidak sesuai dengan harapan. seseorang yang telah merncanakan sesuatu dengan mantap dengan harapan rencana tersebut bisa terselesaikan dengan baik. namun keyataannya tidak sesuai dengan harapan maka ini masalah. bahkan ada banyak yang menjadikan masalah apa yang belum terjadi, ia mememikirkannya sebagai masalah.
Dewasalah dalam menyikapi masalah, Bahwa masalah itu biasa, kendalikan gejolak hati anda atau anda akan dikendalikan olehnya, bukan apa yang terjadi tapi bagaimana menghadapinya. jangan terlarut dengan apa yang terjadi sehingga membuat kita meratapi dan menyesali apa yang terjadi. yang terjadi biarlah terjadi dan itu telah berlalu, yang terpenting adalah mencari solusi dan bertindak terhadapa masalh tersebut.
Masalah membuat seseorang menjadi sukses dan menjadi pemenang, karena ia berhasil menciptakan solusi kreatif dalam menghadapi masalah. ia tidak terlarut dalam masalah, ia menyikapi masalah dengan baik, ia menjadikan masalah sebagi tantangan sehingga ia selalu tertantang.
Jadikanlah masalah sebagai tantangan, sebab orang yang tertantang akan menyikapi masalah dengan penuh optimis. yang tak kala pentingnya dalam menghadapi masalah adalah senantiasa memohon petunjuk kepada Allah yang Maha Kuasa dan yang Maha Pemberi Petunjuk.
‎Makassar, 26 ‎April ‎2010
muhammad asfar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanamkan Mindset “Asah Gergaji” Sejak Dini: Bekal Hidup yang Bertumbuh

oleh Muhammad Asfar “Gagal itu wajar. Tapi tidak bertumbuh adalah masalah besar.” Untuk Anak-Anak: Belajar Itu Asah Diri, Bukan Beban Banyak anak merasa sekolah itu melelahkan. Kenapa? Karena mereka hanya diajak "mencapai nilai", bukan menumbuhkan diri . Dengan mindset sharpen the saw , anak-anak belajar: -        Bahwa membaca buku = menguatkan pikiran -        Bermain sehat & tidur cukup = merawat fisik -        Minta maaf dan berbagi = mengasah emosi -        Shalat & dzikir = mengisi batin dengan cahaya “Nak, kamu nggak harus jadi yang terbaik. Tapi kamu harus jadi versi terbaik dari dirimu hari ini.” Untuk Mahasiswa: Jangan Kejar Gelar, Kejarlah Kapasitas Mahasiswa hari ini mudah terjebak pada sibuk tugas tanpa makna, cemas dengan IPK dan membandingkan pencapaian di media sosial. Mindset sharpen the saw mengajarkan bukan hanya kerja ker...

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Habit 5: Berusaha Mengerti Dulu, Baru Dimengerti

oleh Muhammad Asfar Most people do not listen with the intent to understand; they listen with the intent to reply.  Stephen R. Covey Apa Makna Habit 5 ini? Habit ini mengajarkan bahwa komunikasi yang paling kuat tidak dimulai dari bicara, tetapi dari mendengar dengan empati . Banyak orang mendengar untuk membalas Tapi sedikit yang mendengar untuk memahami. Habit 5 adalah kunci untuk: Hubungan yang sehat Kepemimpinan yang berpengaruh Komunikasi yang menyembuhkan Pola Lama: Ingin Didengar Terlebih Dahulu Kita sering ingin langsung dimengerti: Ingin pasangan paham perasaan kita Ingin anak patuh pada nasihat kita Ingin bawahan mengikuti arahan kita Padahal... kita belum benar-benar hadir untuk mereka. Kita belum memahami latar belakang, emosi, atau cara pandang mereka. Apa Itu Mendengar dengan Empati? Bukan sekadar diam. Bukan hanya menyimak. Tapi: Hadir utuh Tidak menghakimi Tidak memaksakan solusi Mendengar isi kata dan isi hati Covey menyebutnya sebagai: Empathic Listenin...