Langsung ke konten utama

SAJAK ASA SEORANG HAMBA



Bismillah...
Yaa Allah...
Engkaulah pencipta langit dan bumi beserta apa yang ada di antaranya
Engkaulah pemilik ‘arsy yang agung
Engkaulah tempat kami mengaduh dan berserah
Kemana lagi jika tidak kepadaMu...

Yaa Rabbi...
Laksana siang kan berganti malam
Kesendirian pun kan berganti kebersamaan
Laksana kemarau kan berganti rintik hujan nan indah
Kesunyian pun kan berganti ramai...

Yaa Muhaimin...
Satu takdirMu kan menghiasi tapak kakiku
Hadir semburat suka dalam dada
Terpancar merona hingga ke dalam jiwa ragaku
Tepat saat perjanjian yang berat
Nan suci itu diikrarkan...

Yaa Dzal jalali wal ikrom...
Aku memilihnya bukan karena harta dan
Kecantikannya, akan tetapi, jiwa raga ini
Berpasrah semata karenaMu
Karena keindahan akhlak dan agamanya-lah
yang lalu menawan hatiku yang seutuhnya
telah mengabdi padaMu...

Yaa Robbanaa..
Karena Engkau-lah kami putuskan langkah ini
Sebuah langkah tuk menguatkan agama kami

Jagalah hatiku dan hatinya...
Satukanlah kami dalam keridhoanMu
Dalam kasih sayangMu
Dalam nikmatnya bingkai keimanan dan keislaman
Yang tidak pernah rapuh hingga akhir hayat kami
Berikan kami secercah cahayaMu
Tuk menjaga amanah ini
Karuniakan kami generasi robbani perindu surgaMu
Sanggupkan kami dalam mengarungi
derasnya arus kehidupan ini

Jadikan-lah sabar dan sholat sebagai penolong kami
Hingga tapak-tapak kaki kami menapaki surgaMu
Hidup kekal di dalamnya...
Seutuhnya...
Selamanya...
Allahumma aamiin yaa rabbul ‘alamin wa yaa mujibassailin

Komentar

Anonim mengatakan…
amiin....
semoga Allah meng'ijabah do'a2 hambaNya yang bermunajat kepadaNya

Postingan populer dari blog ini

Menanamkan Mindset “Asah Gergaji” Sejak Dini: Bekal Hidup yang Bertumbuh

oleh Muhammad Asfar “Gagal itu wajar. Tapi tidak bertumbuh adalah masalah besar.” Untuk Anak-Anak: Belajar Itu Asah Diri, Bukan Beban Banyak anak merasa sekolah itu melelahkan. Kenapa? Karena mereka hanya diajak "mencapai nilai", bukan menumbuhkan diri . Dengan mindset sharpen the saw , anak-anak belajar: -        Bahwa membaca buku = menguatkan pikiran -        Bermain sehat & tidur cukup = merawat fisik -        Minta maaf dan berbagi = mengasah emosi -        Shalat & dzikir = mengisi batin dengan cahaya “Nak, kamu nggak harus jadi yang terbaik. Tapi kamu harus jadi versi terbaik dari dirimu hari ini.” Untuk Mahasiswa: Jangan Kejar Gelar, Kejarlah Kapasitas Mahasiswa hari ini mudah terjebak pada sibuk tugas tanpa makna, cemas dengan IPK dan membandingkan pencapaian di media sosial. Mindset sharpen the saw mengajarkan bukan hanya kerja ker...

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Jadwalkan Prioritasmu, Bukan Prioritaskan Jadwalmu

"The key is not to prioritize what’s on your schedule, but to schedule your priorities." adalah salah satu permata pemikiran Covey yang sangat dalam , dan bisa menjadi pegangan hidup dalam mengelola waktu dan makna. Makna Mendalam dari Kalimat Ini “Kuncinya bukanlah memprioritaskan apa yang ada di jadwalmu, tapi menjadwalkan apa yang menjadi prioritas hidupmu.” Apa maksudnya? Sebagian besar orang: Menyusun jadwal berdasarkan tuntutan eksternal : deadline, rapat, permintaan orang lain. Lalu dari jadwal itu, mereka mencoba mencari-cari waktu untuk hal yang mereka anggap penting. Padahal Covey membaliknya: ➡️ Mulailah dari hal yang penting dulu. ➡️ Jadwalkan itu dengan sadar. ➡️ Baru isi waktu yang tersisa dengan urusan lain.  Praktik Sederhana yang Berdampak Besar: Tentukan 3 Prioritas Nilai Hidup Anda Contoh: Keluarga, Kontribusi Ilmu, Ibadah. Blokir waktu khusus untuk itu lebih dulu dalam jadwal mingguan. Sebelum isi Google Calendar atau to-do list, tu...