Langsung ke konten utama

“ANDA AKAN MENJADI RATU KECANTIKAN SEJAGAT”

Anda, dengan kecantikan yang anda miliki, ternyata lebih cantik daripada matahari. Dengan akhlak anda, Anda lebih harum dari minyak wangi dengan sikap tawadlu anda, Anda lebih tinggi dari pada purnama. Dan dengan cinta anda, anda lebih segar dari rintik gerimis. Oleh karena itu, peliharalah kecantikan Anda dengan keimanan, keridhaan dengan kepuasan, dan kehormatan dengan hijab yang menutup aurat.

Sadarilah bahwa perhiasanmu bukanlah Emas, Perak, dan permata. Tetapi, perhiasanmu adalah dua rakaat di waktu sahur, lalu menahan rasa haus dengan mencegah diri dari larangan-larangan disertai niat berpuasa karena Allah, dan bersedekah secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui melainkan hanya oleh Allah semata-mata. Hadirkanlah air mata hangat yang dapat membersihkan kesalahan-kesalahan, sujud yang panjang diatas sakadah ibadah, rasa malu kepada Allah ketika digoda oleh naluri keburukan dan ajakan-ajakan setan.

Pakailah pakaian ketakwaan, dengan demikian Anda akan menjadi wanita paling cantik sejagad raya, walaupun pakaian Anda terlihat compang-camping. Dan jadikan lah selendang anda rasa malu, karena dengan demikian Anda adalah wanita paling anggun di alam semesta, walaupun anda tidak beralas kaki. Dan jauhilah gaya hidup wanita kafir, ahli sihir, dan tuna susila, karena mereka semua adlah bahan baker neraka jahannam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Menanamkan Mindset “Asah Gergaji” Sejak Dini: Bekal Hidup yang Bertumbuh

oleh Muhammad Asfar “Gagal itu wajar. Tapi tidak bertumbuh adalah masalah besar.” Untuk Anak-Anak: Belajar Itu Asah Diri, Bukan Beban Banyak anak merasa sekolah itu melelahkan. Kenapa? Karena mereka hanya diajak "mencapai nilai", bukan menumbuhkan diri . Dengan mindset sharpen the saw , anak-anak belajar: -        Bahwa membaca buku = menguatkan pikiran -        Bermain sehat & tidur cukup = merawat fisik -        Minta maaf dan berbagi = mengasah emosi -        Shalat & dzikir = mengisi batin dengan cahaya “Nak, kamu nggak harus jadi yang terbaik. Tapi kamu harus jadi versi terbaik dari dirimu hari ini.” Untuk Mahasiswa: Jangan Kejar Gelar, Kejarlah Kapasitas Mahasiswa hari ini mudah terjebak pada sibuk tugas tanpa makna, cemas dengan IPK dan membandingkan pencapaian di media sosial. Mindset sharpen the saw mengajarkan bukan hanya kerja ker...

Menikah/Walimah

Hampir setiap ketemu dengan teman-teman lama ada satu pertanyaan yang tak pernah terlupakan mereka tanyakan. seakan-akan mereka telah sepakat ketika bertemu dengan ana mereka bertanya ; - antum sudah walimah ? ana jawab "belum". - Kapan? antum ini sudah pantas untuk segera walimah !!. ana jawab "Doakan saja akh, semoga Allah Mudahkan urusannya dan menujukkan akhwat yang terbaik". - segerakanmi akhi!!! ana jawab "aamiiin, aamiin, aamiin ya rabbal 'alamin". mungkin seperti itulah inti pertanyan mereka. ana pun kalo ketemu dengan teman2 lama. Untuk membuka bicaraan biasanya juga tanya2 seperti itu, walaupun ana sudah tau teman ini belum menikah. sampai2 ana pernah ketemu teman SMA, ia juga menyampaikan hal yang sama seperti yang saya ceritakan diatas. kurang lebih dia katakan: kenapa yah kalo ketemu teman topik walimah terus dibicarakan, antum juga bicara soal walimah!!. saya katakan mungkin sudah waktunya kita pikirkan untuk segera menikah akhi. he..h...