Langsung ke konten utama

teman angkatanku TP

DAFTAR NAMA-NAMA ANGKATAN 2003

PROGRAM STUDI TP

NO

NAMA MAHASISWA

NO

NAMA MAHASISWA

1

Budiastuti

31

Jusran

2

Herman Saleh

32

Syamsumarlin

3

Mariani

33

Imra Tallu Lembang

4

Kulfah Dwi Ifana

34

Fathar Kamaruddin

5

Hera Rizal

35

Zet Rante Tana

6

Mustari

36

St. Jumrah

7

Maryam

37

Abdul Manaf N. Sahadat

8

Datu Nirwana Man’am

38

Muslimin

9

Diandriani Sumarno

39

Edrina Martha FT

10

Deni Indrowanto

40

Insan Sosiawan DJ

11

Dian Purnawati

41

Ikrom Triyanto

12

Ary T. Suly

42

Munawir

13

Reskiana

43

Faisal

14

Heru Prasetyo. P

44

Salmon

15

Muh. Jaya Musu

45

Nur Afdhalia

16

Hanny Mariani

46

Abd. Basith

17

Sunniati

47

Andi Najmah

18

Arman

48

Hartina Tupalangi

19

Novi Oktavianti. N

49

Husna Yusuf

20

Syamsuar

50

Anita Rahman Nur

21

Sari Fitriyanti. I

51

Ayub. R

22

Nur Insani

52

M. Basir Muslimin

23

Novri Wahyuni Syam

53

Ibrahim Aldino

24

Eka Nova Alfiansih

54

Abd. Rahim

25

Resty Kristianingsih

55

Muh. Ali Agung U. Pono

26

Sri Wahyuni

56

A. Irsyida AP

27

Achmad Rifandhy. U

57

Nasrah

28

Hendra Zaputra

58

Yelse Sadenna

29

Sudarmin

59

A. Soraya Tenri Sanna

30

Aryuni

60

Musdalifah Syam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanamkan Mindset “Asah Gergaji” Sejak Dini: Bekal Hidup yang Bertumbuh

oleh Muhammad Asfar “Gagal itu wajar. Tapi tidak bertumbuh adalah masalah besar.” Untuk Anak-Anak: Belajar Itu Asah Diri, Bukan Beban Banyak anak merasa sekolah itu melelahkan. Kenapa? Karena mereka hanya diajak "mencapai nilai", bukan menumbuhkan diri . Dengan mindset sharpen the saw , anak-anak belajar: -        Bahwa membaca buku = menguatkan pikiran -        Bermain sehat & tidur cukup = merawat fisik -        Minta maaf dan berbagi = mengasah emosi -        Shalat & dzikir = mengisi batin dengan cahaya “Nak, kamu nggak harus jadi yang terbaik. Tapi kamu harus jadi versi terbaik dari dirimu hari ini.” Untuk Mahasiswa: Jangan Kejar Gelar, Kejarlah Kapasitas Mahasiswa hari ini mudah terjebak pada sibuk tugas tanpa makna, cemas dengan IPK dan membandingkan pencapaian di media sosial. Mindset sharpen the saw mengajarkan bukan hanya kerja ker...

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Habit 5: Berusaha Mengerti Dulu, Baru Dimengerti

oleh Muhammad Asfar Most people do not listen with the intent to understand; they listen with the intent to reply.  Stephen R. Covey Apa Makna Habit 5 ini? Habit ini mengajarkan bahwa komunikasi yang paling kuat tidak dimulai dari bicara, tetapi dari mendengar dengan empati . Banyak orang mendengar untuk membalas Tapi sedikit yang mendengar untuk memahami. Habit 5 adalah kunci untuk: Hubungan yang sehat Kepemimpinan yang berpengaruh Komunikasi yang menyembuhkan Pola Lama: Ingin Didengar Terlebih Dahulu Kita sering ingin langsung dimengerti: Ingin pasangan paham perasaan kita Ingin anak patuh pada nasihat kita Ingin bawahan mengikuti arahan kita Padahal... kita belum benar-benar hadir untuk mereka. Kita belum memahami latar belakang, emosi, atau cara pandang mereka. Apa Itu Mendengar dengan Empati? Bukan sekadar diam. Bukan hanya menyimak. Tapi: Hadir utuh Tidak menghakimi Tidak memaksakan solusi Mendengar isi kata dan isi hati Covey menyebutnya sebagai: Empathic Listenin...