Langsung ke konten utama

Kenapa Kita Harus Mendahulukan yang Tidak Mendesak tapi Penting?

oleh Muhammad Asfar

"Yang terpenting jarang mendesak, dan yang mendesak jarang terpenting."
— Stephen R. Covey

Apa Itu “Tidak Mendesak tapi Penting”?

Stephen R. Covey menyebut ini sebagai Kuadran II:
➡️ Aktivitas yang tidak menekanmu sekarang, tapi sangat menentukan hidupmu di masa depan.

Contohnya:

  • Membangun kedekatan dengan anak

  • Menjaga kesehatan (olahraga, istirahat cukup)

  • Merencanakan masa depan karier

  • Membaca dan belajar secara kontinyu

  • Sholat malam, tilawah, muhasabah

  • Menulis dan mengasah ide

Kenapa Kita Sering Mengabaikannya?

Karena kita hidup dalam dunia yang didikte oleh notifikasi, deadline, dan “keresahan sosial”.
➡️ Kita merasa harus cepat merespons,
➡️ Kita takut terlihat tidak sibuk,
➡️ Kita mengejar kepuasan instan, bukan pertumbuhan sejati.

Padahal, orang-orang paling sukses dan paling damai adalah mereka yang setia menjaga Kuadran II.


Kenapa Kita Harus Mendahulukan yang Tidak Mendesak tapi Penting?

1. Karena itulah pondasi hidup jangka panjang

  • Hubungan keluarga yang hangat

  • Visi hidup yang tajam

  • Kesehatan fisik dan mental

  • Kualitas spiritualitas pribadi

2. Karena itu mencegah krisis (Kuadran I)

Orang yang mengabaikan hal penting karena “tidak mendesak”, akan panik saat hal itu jadi darurat.

Contoh:

  • Tidak olahraga → sakit jantung

  • Tidak quality time → anak menjauh

  • Tidak belajar → gagal saat ujian penting

  • Tidak investasi spiritual → kosong saat diuji hidup

3. Karena di situlah makna hidup dibentuk

Yang membuat kita puas bukan “kerjaan selesai”, tapi:

“Aku hidup sesuai dengan nilai dan tujuan hidupku.”


Bagaimana Menentukan Sesuatu Itu Penting?

Gunakan 3 Pertanyaan Filter Covey:

  1. Apakah ini berkaitan dengan nilai-nilai utama saya?
    (Contoh: jika nilai Anda adalah keluarga, maka waktu dengan anak = penting)

  2. Apakah ini berdampak jangka panjang dalam hidup saya?
    (Kalau iya, maka walaupun belum mendesak = tetap prioritas)

  3. Apakah ini berhubungan dengan misi hidup saya?
    (Jika tidak relevan dengan tujuan besar hidup Anda, pertimbangkan untuk disederhanakan atau didelegasikan)


Praktikkan Ini Hari Ini

1. Ambil 10 menit hari ini untuk menuliskan:

  • 3 hal paling penting dalam hidupmu

  • 3 aktivitas penting tapi belum kamu jadwalkan

2. Masukkan 1 aktivitas Kuadran II ke jadwalmu minggu ini.
Contoh:

  • Jadwalkan “baca buku 30 menit” sebelum tidur

  • Buat agenda “waktu ngobrol tanpa HP” dengan anak

  • Bangun 15 menit lebih awal untuk menulis jurnal

3. Ulangi setiap minggu.
Efektivitas adalah hasil dari konsistensi, bukan ledakan motivasi sesaat.

“Kalau kita tidak menentukan hidup kita sendiri, orang lain dan keadaan akan melakukannya untuk kita.”
— Stephen R. Covey

Maka, tundukkan yang mendesak, dengan kekuatan dari yang penting.
Kuasai waktumu, hiduplah dengan sadar, dan latih dirimu untuk melihat ke depan — bukan hanya bereaksi terhadap yang datang.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanamkan Mindset “Asah Gergaji” Sejak Dini: Bekal Hidup yang Bertumbuh

oleh Muhammad Asfar “Gagal itu wajar. Tapi tidak bertumbuh adalah masalah besar.” Untuk Anak-Anak: Belajar Itu Asah Diri, Bukan Beban Banyak anak merasa sekolah itu melelahkan. Kenapa? Karena mereka hanya diajak "mencapai nilai", bukan menumbuhkan diri . Dengan mindset sharpen the saw , anak-anak belajar: -        Bahwa membaca buku = menguatkan pikiran -        Bermain sehat & tidur cukup = merawat fisik -        Minta maaf dan berbagi = mengasah emosi -        Shalat & dzikir = mengisi batin dengan cahaya “Nak, kamu nggak harus jadi yang terbaik. Tapi kamu harus jadi versi terbaik dari dirimu hari ini.” Untuk Mahasiswa: Jangan Kejar Gelar, Kejarlah Kapasitas Mahasiswa hari ini mudah terjebak pada sibuk tugas tanpa makna, cemas dengan IPK dan membandingkan pencapaian di media sosial. Mindset sharpen the saw mengajarkan bukan hanya kerja ker...

Habit 7: Sharpen the Saw dalam Konteks Spiritual dan Sosial

Oleh Muhammad Asfar "Jika aku punya waktu enam jam untuk menebang pohon, aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah gergaji."  Abraham Lincoln Apa itu “Mengasah Gergaji”? “Gergaji” adalah alat kehidupan: tubuh kita, akal kita, hati kita, dan ruh kita. Habit 7 adalah ajakan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merawat alat utama kita, dan menyadari bahwa kelelahan lahir-batin butuh pemulihan terencana. 1. Spiritual Renewal – Asah Ruh dan Makna Hidup Kita bukan sekadar mesin produktif. Tanpa ruh yang segar, aktivitas menjadi hampa. Mengasah secara spiritual berarti  kembali ke tujuan hidup  “Untuk apa saya hidup hari ini?”.  Menjaga koneksi dengan Allah : shalat khusyuk, dzikir, tafakur.  Merefleksi peran dan amal : “Apakah aku sedang menuju ridha Allah atau sekadar mengejar target dunia?” “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami.” (QS. Al-Kahfi: 28) Insight: Lalai mengigat Allah bisa...

Jadwalkan Prioritasmu, Bukan Prioritaskan Jadwalmu

"The key is not to prioritize what’s on your schedule, but to schedule your priorities." adalah salah satu permata pemikiran Covey yang sangat dalam , dan bisa menjadi pegangan hidup dalam mengelola waktu dan makna. Makna Mendalam dari Kalimat Ini “Kuncinya bukanlah memprioritaskan apa yang ada di jadwalmu, tapi menjadwalkan apa yang menjadi prioritas hidupmu.” Apa maksudnya? Sebagian besar orang: Menyusun jadwal berdasarkan tuntutan eksternal : deadline, rapat, permintaan orang lain. Lalu dari jadwal itu, mereka mencoba mencari-cari waktu untuk hal yang mereka anggap penting. Padahal Covey membaliknya: ➡️ Mulailah dari hal yang penting dulu. ➡️ Jadwalkan itu dengan sadar. ➡️ Baru isi waktu yang tersisa dengan urusan lain.  Praktik Sederhana yang Berdampak Besar: Tentukan 3 Prioritas Nilai Hidup Anda Contoh: Keluarga, Kontribusi Ilmu, Ibadah. Blokir waktu khusus untuk itu lebih dulu dalam jadwal mingguan. Sebelum isi Google Calendar atau to-do list, tu...