Selasa, 20 September 2011

IKAN GABUS



Ikan gabus (Ophiocephalus striatus) merupakan jenis ikan yang hidup di air tawar dan sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Ikan gabus berkembang biak dan hidup di daerah sungai, sawah, empang dan sering juga ditemukan di daerah rawa.
Ikan gabus (Ophicepalus striatus) adalah ikan yang masih termasuk dalam ordo labyrinhiaci, pada kepalanya terdapat rongga-rongga penyimpanan udara untuk persediaan pernapasan. Tubuh ikan gabus panjang dan bulat, kepalanya seperti kepala ular, jenis ikan ini dapat hidup dalam air yang kotor dengan kadar oksigen yang rendah, bahkan tahan terhadap kekeringan. Makanannya berupa hewan-hewan lain seperti cacing, katak, anak-anak ikan, udang. Panjang tubuhnya dapat mencapai 100 cm dan hidup di muara-muara sungai serta danau. Ikan ini dapat diternak karena merupakan karnivora yang suka memakan ikan-ikan lain yang lebih kecil (Djuhanda, 1981) Ikan gabus memang kurang digemari oleh masyarakat luas karena jarang di jual di pasar dan dianggap oleh masyarakat ikan jenis ini suka memakan kotoran dan bangkai hewan serta bentuknya yang seperti ular. Namun akhir-akhir ini banyak masyarakat yang mulai menyukai ikan gabus, karena mereka telah mengetahui kandungan gizi yang terdapat dalam ikan gabus sangat tinggi dan banyak faedahnya. Hal ini diketahui oleh masyarakat karena mereka terinspirasi dari orang-orang Cina yang mengobati luka bakar dengan memakan ikan gabus.
Menurut Ilyas (1980), bahwa komposisi kimia ikan bervariasi menurut spesies dan jenisnya. Adanya variasi dan komposisi kimia ikan disebabkan oleh perbedaan musim saat ikan ditangkap, area geografis, umur, jenis sex, ukuran dan kedewasaan seksual.
Afrianto dan Liviawati (1989), menjelaskan komponen kimia utama yang menyusun ikan terdiri dari air 60,0 – 84,0 %, protein 18,0 – 30 %, Lemak 0,1 – 2,2 %, karbohidrat 0,0 – 1,0 % serta mineral. Sedangkan menurut Vaas (1956) dalam Tahir (1997), komposisi kimia ikan gabus terdiri dari air 77,0 %, protein 11,0%, lemak 1,5 %, karbohidrat 0,2 % serta mineral 1,3 %.
Hasil penelitian Johanes Cavallo, 1998, kandungan albumin per 100 cc ikan gabus adalah 6,224 gram dengan jumlah 69 kalori, 1,7412 mg seng, 3,093 mg glutamate, 1,1 mg arginin dan 3,2 mg BCAA. Sedangkan penelitian Abu Bakar, dkk. Bahwa kandungan tepung ikan gabus memiliki kadar protein albumin sebesar 15.79 % dan kadar air 8.5%.
Dengan kandungan Albumin pada ikan gabus menyebabkan ikan gabus ini memiliki manfaat bagi kesehatan, Tim peneliti dari Universitas Brawijaya Malang yaitu Eddy Suprayitno (2003), melaporkan bahwa ikan gabus (Ophiocephalus strictus) merupakan sumber potensial protein albumin. Protein albumin pada ikan gabus mengandung semua asam amino esensial dan asam lemak unik untuk membantu mempercepat penyembuhan luka. Hasil uji klinis menunjukkan bahwa ekstrak kasar ikan gabus (Ophiocephalus strictus) dapat mempercepat proses penyembuhan luka pasien yang baru dioperasi dibandingkan dengan menggunakan protein albumin komersial.

Tidak ada komentar: