Kamis, 16 Mei 2013

Why is English Important for me ?


English is important for me because it is my best way of  communicating, understanding and learning from people in different countries and important for my job, my education, and my dreams. I work in the center study of food nutrition and health, Research center of Hasanuddin University. I am staff of researcher assistant. English is usually used to make proposal and research report, make journal national and international. For example, five month ago, I was finishing a research report about food supplement for osteoporosis. My boss asked me to make abstract and journal in English, but I didn'n make it because my English was bad. And one month ago, I was making research proposal about cocoa for disease obesity and it needed some references from English textbook. I made it difficulty.
English is also important for my education. I finished my master program and I registered to doctoral program. If  I want to get in the doctoral program, i need 500-600 point TOEFL score.
English is important to get my dreams. I want to be a lecture and be a professor, if I want to realize that, to get all of that, English is needed finely. so, i have to learn English.
English is important  .

asfar
student Briton

Selasa, 19 Februari 2013

Latihan Menulis, agar postingan tidak copy paste trus..


Merangkai kata dalam sebuah tulisan memang terdengar sangat gampang. Tapi sebenarnya tidaklah segampang yang anda bayangkan.  Hanya orang yang sering berlatih menulislah yang bisa. Anda pernah membuat surat yang isinya anda karang sendiri ? atau pernah melihat orang membuat surat ? berapa kali dia mengulang-ulang dan menganti kertas yang dia pakai ?. berulang-ulang kan ! itu karena begitu susahnya merangkai kata tersebut dalam tulisan. 
Menyampaikan gagasan dalam sebuah tulisan sangat gampang jika telah terbiasa. Liat saja para penulis, pengarang buku, kolomnis, blogers. mereka sangat gampang sekali menyampaikan gagasannya dalam sebuah tulisan.
Maka proses pembiasaan menulis itu penting. seperti saya penulis pemula, merangkai kata-kata diatas sampai harus berfikir keras,  apa lagi yah yang mesti ditulis sehingga nyambung.
Tapi kan lagi latihan. tak apalah.. menulis apa saja yang terpikir agar terbiasa alias menulis bebas, tak perlu perhatikan aturan-aturan.
ayo membiasakan menulis...


Senin, 18 Februari 2013

Komponen Bioaktif dari Seafood










Foofborne Diseases

 Lebih dari 90% penyakit yang diderita manusia terkait dengan makanan yang disebabkan oleh kontaminasi mikrobiologi, yaitu meliputi penyakit tipus, desentri amoeba, botulism dan intoksikasi bakteri lainnya serta hepatitis A dan trichinellosis.  Food borne disease dikenal dengan istilah keracunan makanan. WHO mendefisnisikan sebagai penyakit yang bersifat infeksi atau racun yang disebabkan oleh agen yang masuk kedalam tubuh melalui makanan yang dicerna.
Foodborne diseases baik yang disebabkan oleh mikroba atau sebab lain  meliputi bakteri, parasit, virus, ganggang air tawar, ganggang air laut, racun mikrobal dan toksin fauna terutama marine fauna. Komplikasi, kadar, gejala, dan waktu lamanya sakit juga sangat bervariasi tergantung penyebabnya.

Patogen utama dalam pangan adalah Salmonella sp, Staphylococcus aureus serta toksin yang diprosuksinya. Juga Bacillus cereus, Clostridium perfringens, Campylobacter sp, Helicobanter sp, Vibrio urinificus, Listeria monocytogenes, Yersinia enterolitica.  Patogen yang dinggap memiliki penyebaran yang luas terdiri dari salmonellosis, cholera, penyakit parasitik, dan enterovirus. Sedangkan yang memiliki penyebaran sedang adalah toksin ganggang dan yang memiliki penyebaran terbatas meliputi S aureus, B cereus, C perfringes dan botulism

DAFTAR PUSTAKA
Widyani, Retno , dan Tety Suciaty. 2008. prinsip pengawetan pangan. Swagati Press. Cirebon.

 

BUAH MURBEI




Ada beberapa bentuk antioksidan, diantaranya adalah vitamin (seperti vitamin C, dan vitamin E), mineral (seperti selenium, seng, dan tembaga), serta fitokimia (seperti polifenol). Senyawa-senyawa antioksidan tersebut dapat diperoleh dari bahan pangan yang kita makan sehari-hari seperti sayuran, buah- buahan, kacang-kacangan, dan bahan pangan hewani. Salah satu jenis buah yang mengandung antioksidan adalah buah murbei.
Buah murbei (Morus alba L.) adalah salah satu byproduct dari persutraan alam. Menurut Dalimartha (2000), buah murbei mengandung cyanidin, isoquercentin, sakarida, asam linoleat, asam stearat, asam oleat, karoten, dan beberapa vitamin seperti vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C. Dari kandungan senyawa kimia tersebut, yang dapat digolongkan sebagai antioksidan adalah cyanidin, isoquercentin, karoten dan vitamin C.
Di Indonesia, buah murbei ini belum banyak mendapat perlakuan pengolahan. Buah murbei hanya dikonsumsi segar oleh masyarakat di sekitar lokasi persutraan alam, terutama oleh anak-anak. Selain itu, Zhang (2006) menyatakan bahwa buah murbei juga diolah menjadi jus buah yang dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan, tetapi masih dicampur dengan bahan pangan lain (seperti seledri, selada, dan anggur). Padahal buah murbei ini sendiri memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan tanpa.
Saat ini, masyarakat semakin sadar tentang pentingnya aspek kesehatan terhadap makanan yang mereka konsumsi. Hal ini menjadikan buah murbei menjadi bahan pangan yang memiliki potensi besar untuk diolah lebih lanjut menjadi makanan yang bersifat fungsional bagi tubuh. Pada tahun 2008, telah dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan buah murbei sebagai minuman berantioksidan serta pengaruhnya terhadap kadar kolesterol dan trigliserida serum tikus percobaan, hasilnya menunjukkan bahwa sari buah murbei memiliki potensi untuk meningkatkan kadar HDL pada serum tikus percobaan.