Makanan yang bersifat asam dan basa (Lanjutan)


Rasa penasaran terhadap makanan yang bersifat asan dan basa tidak bisa kutahan. Saya terus berusaha mencari-cari referensi tentang makanan yang bersifa asam dan basa. Rasa penasaran tersebut sebenarnya muncul dari rasa malu terhadap jawabanku sendiri pada saat ditanya oleh atasanku tentang itu, masih kuingat waktu itu saya menjawab makanan yang bersifat asam itu contonya yoghurt. Ha..ha..ha..begitulah ketawa temanku waktu itu menertawaiku karena jawabanku salah. “kalo itu sih memang rasanya asam”. Waktu itu saya iseng saja menjawab
Sebenarnya temanku itu pernah mempelajarinya di bangku kuliah. Anak gizi fakultas kesehatan masyarakat pasti pernah mempelajari ini. Tapi atas alasan itulah ia tidak menjawab karena ia tukut salah. “sudah agak lupa, jadi tidak mauka menjawab, nanti salah” Kalau saya sendiri memang baru dengar tapi, saya pikir makanan yang bersifat asam itu, yah, rasanya asam.
Ku buka majalah di tumpukan buku yang mennghiasi rak bukuku. “intisari edisi juli 2007” jadi pilihanku, majalah tersebut masih kuingat adalah hadiahku dari Stering comite panitia BATANTRA. Waktu itu saya juga ikut membantu panitia. Panitia pembantu atau yang membantu panitia atau waktu itu saya anggap sebagai panitia dadakan karena panitia yang telah di SK kan banyak yang tidak aktif.
Disana ada judul artiikelnya tentang 40 Hari Menuju Awet Muda. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa tubuh manusia mirip ular karena dalam tubuh kita ini mengandung racun. Bedanya, racun ular disimpan untuk mencelakai musuh tapi, pada manusia justru berpotensi mencelakai diri sendiri. Mudah lelah, letih, sering sakit kepala, kulit kusam, menandakan racun dalam tubuh sulit diatur.
“trus apa hubunganya dengan judul diatas dengan makanan yang bersifat asam dan basa??” eits tunggu dulu, baca terus yah...
Ada dua jenis racun dalam tubuh manusia yaitu racun yang datang dari dalam dan racun yang datang dari luar. Racun dari dalam tubuh manusia berasal dari bakteri-bakteri yang numpang tumbuh dalam tubuh manusai, termasuk sampah hasil metebolisme. Sedangkan racun yang dari luar tubuh berasal dari asap-asap rokok, residu peptisida dalam makanan, polusi udara, junk food, makanan berpengawet dan pewarna makanan sintesis.
Racun- racun tadi dilumpuhkan melalui proses yang berawal di lever, menyambung ke ginjal, hingga ke saluran pencernaan. Lever menetralkan racun yang masuk kedalam tubuh kemudian racun itu dibuang melalui ginjal berupa air seni dan saluran pencernaan atau usus besar berupa fases atau tinja. Proses bersih-bersih racun inilah yang disebut dengan detosifikasi atau lebih dikenal dengan detoks. Tetapi dengan buang air besar dan buang air kecil saja dengan lancar tidak cukup untuk membersihkan racun dalam tubuh, makanya perlu dilakukan program pengeluaran racun.
Ada dua sistem detoks yang dapat dipilih. Pertama, xenobiotik yang berfungsi menetralkan toksin yang berasal dari zat kimia dan logam berbahaya dari makanan, udara, dan iar. Kedua, detoks antioksidan yang berfungsui menetralkan zat yang zat yang sangat reaktif terhadap oksigen atau radikal bebas. Sumber radikal bebas antara lain sinar ultraviolet asap rokok, radiasi, dan polusi udara.
Sedangkan metode detoks ada banyak macamnya, mulai rendam kaki hingga colon hydrotrapi. Ada juga yang dapat lakukan sendiri, seperti berpuasa, minum banyak air putih, minum jus buah, dan mengkomsumsi antioksidan.
Trus, apa yah hubunganya dengan judul diatas ( makanan yang bersifat asam dan basa) ? tenang dulu... silahkan baca terus. Ini dia inti pembahasan kita.
Ternyata sebelum seseorang melakukan terapi detoks maka, seseorang harus menghindari makanan yang bersifat asam karena dapat menyebabkan tubuh lelah, cepat tersinggung dan marah, insomnia, sering flu, mudah alergi, bau badan dan nafas. Makanan yang bersifat asam membentuk asam dalam tubuh, kebanyakan makanan ini mengandung lemak dan protein tinggi, karena lemak dan protein disusun oleh asam-asam baik asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh, demikian juga protein disusun oleh asam-asam amino. Sehingga ketika makanan tersebut dipecah dalam tubuh menjadi komponen-komponen terkecil yang bisa diserap oleh usus berupa asam kemudian diangkut oleh darah keseluruh tubuh, sehingga menyebabkan darah bersifat asam.
Makanan tersebut adalah 1) semua makanan laut, unggas dan daging. 2) yoghurt, mentega, telur, susu ternak, keju. 3) gandum, beras, jagung, kacang-kacangan. 4) kopi teh, soda, junk food.
Sedangkan makanan yang bersifat basa atau makanan yang membentuk basa dalam tubuh berkhasiat membuat tubuh lebik enerjik, tahan terhadap flu dan infeksi, tulang dan otot lebih kuat, tidur lebih nyeyak, awet mudah, gigi sehat, kesadaran spiritual meningkat. Makanan tersebut seperti : 1) semua buah. 2) sayuran hijau dan buah. 3) millet, quinoa (padia-padian) 4) air putih 5) buah zaitun matang. 6) kacang almond mentah. 7) kedelai mentah. 8) buncis, kacang polong segar. 9) alvokad dan diet rendah protein dan lemak.

Komentar

Adi Kurniawan mengatakan…
Artikel yg menarik. Jadi, yogurt bersifat dan berasa asam ya :)?

Postingan populer dari blog ini

ANTARA TUGAS DAN KEWAJIBAN

PERUBAHAN BIOKIMIA PADA BUAH JERUK